Kubis
China, Brokoli, Kol China, Kubis, Bungkul Zealand.
A.
Pengelolaan Tanah
Tanah yang akan ditanami dengan sayur sayuran harus diolah dahulu
dan diberi pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, limbah
limbah organik yang telah diolah dengan Biotama 3 (cara membuat
pupuk organik dari kotoran ternak maupun limbah/sampah organik
ada di belakang *)
Setiap Hektar ladang atau sawah yang akan ditanami sayuran diberi
pupuk kandang/pupuk organik (antara 1 sd 20 ton per Ha - nya).
Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3 (tanah masih
subur) maka pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan
bahan organik antara 1 – 2% maka disarankan pemberian
pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3 ton/ha,
namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah
yang mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang
yang dibutuhkan semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).
Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya.
Semakin lahan miring dimana banyak terjadi erosi dan lapisan
olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20 ton/ha.
Tanah dicampur dengan pupuk organik, digemburkan lalu dibentuk
bedengan untuk mempermudah memelihara tanaman/sayuran yang ditanam.
Untuk menggemburkan tanah siram/semprot dengan air yang telah
dicampur Biotama 1 dengan perbandingan (Biotama 1 : 1 liter
+ air : 30 - 50 liter)
B.
Pembibitan/ Persiapan Bibit tanaman Sayuran (Kubis, Kol china,
Brokoli)
Pilih benih yang bagus kemudian direndam Biotama 1 (3 tutup
botol Biotama 1 dilarutkan dalam 1 – 2 liter air) , selama
15 - 20 menit. 1 kg benih sayuran direndam dalam 1 – 2
liter larutan Biotama 1, kemudian ditiriskan lalu bilas dengan
air biasa sebelum ditanam dengan persemaian pagi atau sore hari.
Umur 7 – 10 hari setelah tumbuh baru dipindah ke lahan.
C.
Pemeliharaan
Tanaman sayuran (Kubis, Kol china, Brokoli), setelah tumbuh
maka 1 minggu (7 hari sd 10 hari) berikutnya disemprot dengan
Biotama 1 dan Biotama 5 dicampur air (Larutan Biotama**), perbandingan
: 1 tutup botol Biotama 1 : 1 tutup botol Biotama 5, dicampur
dengan air sebanyak 1 liter.
Semprotkan larutan Biotama 1 & Biotama 5 pada tanaman di
pagi hari sebelum matahari terbit kalau di Indonesia sebelum
jam 7 pagi atau sore hari kalau di Indonesia sekitar setelah
jam 4 sore (saat matahari belum terbit ataupun matahari sudah
terbenam) , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali
secara rutin sampai tanaman akan dipanen. Umur 7 hari –
10 hari disemprot 5 – 6 tangki @ 15 liter larutan Biotama
**) tiap hektar areal. Umur 17 - 24 hari setelah tanam disemprot
8 – 9 tangki untuk tiap hektar tanaman, Umur 24 –
1 minggu menjelang panen tiap hektar disemprot larutan Biotama
**) sebanyak 13 – 15 tangki per hektar lahan.
Untuk tanaman Brokoli, Kol (bunga kol), kubis disemprot 2 minggu
sekali disemprot dengan larutan Biotama 1 dan Biotama 5 (**),
Tanaman brokoli, kol dan kubis ini bisa dipanen pada umur 2
bulan – 2,5 bulan setelah tanam.
Catatan
:
BIOTAMA diberikan pada tanaman, jumlah nya bergantung pada jenis
dan umur tanaman, sehingga semakin banyak umur maka jumlah yang
diberikan lebih banyak, namun konsentrasi larutan BIOTAMA masih
tetap sama.
Hasil panen yang menggunakan BIOTAMA dan pupuk organik seperti
yang dikemukakan di atas, akan menghasilkan sayuran yang lebih
enak, renyah, gurih alami, warna lebih cerah, gizi yang lebih
baik karena tidak terkontaminasi bahan bahan kimia. Dianjurkan
untuk dikonsumsi orang orang yang mengidap kanker, autis, penyakit
gula dll. Kalau dikonsumsi sehari hari akan menjaga kesehatan
dan mengurangi resiko terkena penyakit penyakit di atas.
Sawi, Sawi Putih, Pokcai, Bayam, Kangkung, Seledri
A.
Pengolahan Tanah dan Pemupukan
Tanah yang akan ditanami dengan sawi, pokcai, bayam, kangkung
dan seledri harus diolah dahulu dan diberi pupuk organik yang
berasal dari kotoran ternak, limbah limbah organik yang telah
diolah dengan Biotama 3 (cara membuat pupuk organik dari kotoran
ternak maupun limbah/sampah organik ada di belakang *)
Setiap Hektar ladang atau sawah yang akan ditanami sayuran diberi
pupuk kandang/pupuk organik (antara 1 sd 20 ton per Ha - nya).
Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3 (tanah masih
subur) maka pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan
bahan organik antara 1 – 2% maka disarankan pemberian
pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3 ton/ha,
namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah
yang mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang
yang dibutuhkan semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).
Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya.
Semakin lahan miring dimana banyak terjadi erosi dan lapisan
olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20 ton/ha.
Tanah dicampur dengan pupuk organik, digemburkan lalu dibentuk
bedengan untuk mempermudah memelihara tanaman/sayuran yang ditanam.
Untuk menggemburkan tanah siram/semprot dengan air yang telah
dicampur Biotama 1 dengan perbandingan (Biotama 1 : 1 liter
+ air : 30 - 50 liter)
B.
Pembibitan/ Persiapan Bibit tanaman
Sayuran Pilih benih yang bagus kemudian direndam Biotama 1 (3
tutup botol Biotama 1 dilarutkan dalam 1 – 2 liter air)
biarkan selama 20 menit. 1 kg benih sayuran direndam dalam 1
– 2 liter larutan Biotama 1, selama 15 - 20 menit. kemudian
ditiriskan lalu bilas dengan air biasa sebelum ditanam pagi
atau sore hari.
C.
Pemeliharaan
Tanaman sayuran (Sawi, sawi putih, pokcai), setelah berumur
1 minggu (7 hari sd 10 hari) berikutnya disemprot dengan Biotama
1 dan Biotama 5 dicampur air (Larutan Biotama**), perbandingan
: 1 tutup botol Biotama 1 : 1 tutup botol Biotama 5, dicampur
dengan air sebanyak 1 liter.
Semprotkan larutan Biotama 1 & Biotama 5 pada tanaman di
pagi hari sebelum matahari terbit kalau di Indonesia sebelum
jam 7 pagi atau sore hari kalau di Indonesia sekitar setelah
jam 4 sore (saat matahari belum terbit ataupun matahari sudah
terbenam) , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali
secara rutin sampai tanaman akan dipanen. Umur 7 hari –
10 hari disemprot 5 – 6 tangki @ 15 liter larutan Biotama
**) tiap Hektar. Umur 15 hari setelah tanam disemprot 8 –
9 tangki untuk tiap hektar tanaman. Tanaman sawi, sawi putih,
pokcai, seledri akan mulai bisa dipanen saat umur 25 hari, sedangkan
kangkung bayam bisa dipanen saat berumur 20 hari setelah tanam.
Catatan
:
BIOTAMA diberikan pada tanaman, jumlah nya bergantung pada jenis
dan umur tanaman, sehingga semakin banyak umur maka jumlah yang
diberikan lebih banyak, namun konsentrasi larutan BIOTAMA masih
tetap sama.
Hasil panen yang menggunakan BIOTAMA dan pupuk organik seperti
yang dikemukakan di atas, akan menghasilkan sayuran yang lebih
enak, renyah, gurih alami, warna lebih cerah, gizi yang lebih
baik karena tidak terkontaminasi bahan bahan kimia. Dianjurkan
untuk dikonsumsi orang orang yang mengidap kanker, autis, penyakit
gula dll. Kalau dikonsumsi sehari hari akan menjaga kesehatan
dan mengurangi resiko terkena penyakit penyakit di atas.
Timun, Terong, Kacang Panjang
A.
Pengolahan Tanah dan Pemupukan
Tanah yang akan ditanami dengan timun terong dan kacang panjang
harus diolah dahulu dan diberi pupuk organik yang berasal dari
kotoran ternak, limbah limbah organik yang telah diolah dengan
Biotama 3 (cara membuat pupuk organik dari kotoran ternak maupun
limbah/sampah organik ada di belakang *)
Setiap Hektar ladang atau sawah yang akan ditanami sayuran diberi
pupuk kandang/pupuk organik (antara 1 sd 20 ton per Ha - nya).
Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3 (tanah masih
subur) maka pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan
bahan organik antara 1 – 2% maka disarankan pemberian
pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3 ton/ha,
namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah
yang mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang
yang dibutuhkan semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).
Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya.
Semakin lahan miring dimana banyak terjadi erosi dan lapisan
olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20 ton/ha.
Tanah dicampur dengan pupuk organik, digemburkan lalu dibentuk
bedengan untuk mempermudah memelihara tanaman/sayuran yang ditanam.
Untuk menggemburkan tanah siram/semprot dengan air yang telah
dicampur Biotama 1 dengan perbandingan (Biotama 1 : 1 liter
+ air : 30 - 50 liter)
B.
Pembibitan/ Persiapan Bibit tanaman
Sayuran Benih timun dan terong yang akan ditanam direndam Biotama
1 (3 tutup botol Biotama 1 dilarutkan dalam 1 – 2 liter
air) biarkan selama 15 menit. Benih kacang panjang direndam
selama 30 menit. 1 kg benih sayuran direndam dalam 1 –
2 liter larutan Biotama 1, jumlah larutan biotama yang digunakan
untuk merendam kurang lebih 1 – 2 liter tergantung volume
benihnya. Pilih benih yang bagus kemudian ditiriskan lalu bilas
dengan air biasa sebelum ditanam pagi atau sore hari.
C.
Pemeliharaan
Untuk tanaman timun, terong dan kacang panjang yang tumbuh maka
1 minggu (7 hari sd 10 hari) berikutnya disemprot dengan Biotama
1 dan Biotama 5 dicampur air (Larutan Biotama**), perbandingan
: 1 tutup botol Biotama 1 : 1 tutup botol Biotama 5, dicampur
dengan air sebanyak 1 liter.
Semprotkan larutan Biotama 1 & Biotama 5 pada tanaman di
pagi hari sebelum matahari terbit kalau di Indonesia sebelum
jam 7 pagi atau sore hari kalau di Indonesia sekitar setelah
jam 4 sore (saat matahari belum terbit ataupun matahari sudah
terbenam) , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali
secara rutin sampai tanaman akan dipanen. Umur 7 hari –
10 hari disemprot 5 – 6 tangki @ 15 liter larutan Biotama
**) tiap Hektar. Umur 15 hari setelah tanam disemprot 8 –
9 tangki untuk tiap hektar tanaman. Tanaman timun mulai bisa
dipanen saat umur 55 – 60 hari setelah tanam, Tanaman
terong mulai bisa dipanen saat umur 90 hari setelah tanam dan
kacang panjang mulai bisa dipanen saat umur 90 hari setelah
tanam.
Catatan
:
BIOTAMA diberikan pada tanaman, jumlah nya bergantung pada jenis
dan umur tanaman, sehingga semakin banyak umur maka jumlah yang
diberikan lebih banyak, namun konsentrasi larutan BIOTAMA masih
tetap sama. Hasil panen timun, terong yang menggunakan BIOTAMA
dan pupuk organik seperti yang dikemukakan di atas, akan menghasilkan
warna lebih cerah, ungu matang, hijau cerah untuk timun, lebih
segar dan renyah.
Wortel, Kentang, Lobak
A.
Pengolahan Tanah dan Pemupukan.
Tanah yang akan ditanami dengan timun terong dan kacang panjang
harus diolah dahulu dan diberi pupuk organik yang berasal dari
kotoran ternak, limbah limbah organik yang telah diolah dengan
Biotama 3 (cara membuat pupuk organik dari kotoran ternak maupun
limbah/sampah organik ada di belakang *)
Setiap Hektar ladang atau sawah yang akan ditanami sayuran diberi
pupuk kandang/pupuk organik (antara 1 sd 20 ton per Ha - nya).
Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3 (tanah masih
subur) maka pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan
bahan organik antara 1 – 2% maka disarankan pemberian
pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3 ton/ha,
namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah
yang mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang
yang dibutuhkan semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).
Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya.
Semakin lahan miring dimana banyak terjadi erosi dan lapisan
olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20 ton/ha.
Tanah dicampur dengan pupuk organik, digemburkan lalu dibentuk
bedengan untuk mempermudah memelihara tanaman/sayuran yang ditanam.
Untuk menggemburkan tanah siram/semprot dengan air yang telah
dicampur Biotama 1 dengan perbandingan (Biotama 1 : 1 liter
+ air : 30 - 50 liter)
B.
Pembibitan/ Persiapan Bibit tanaman Sayuran
Benih wortel, kentang dan lobak yang akan ditanam direndam Biotama
1 (3 tutup botol Biotama 1 dilarutkan dalam 1 – 2 liter
air) biarkan selama 10 menit. 1 kg benih sayuran direndam dalam
1 – 2 liter larutan Biotama 1, jumlah larutan biotama
yang digunakan untuk merendam tergantung volume benihnya. Pilih
benih yang bagus (yang tenggelam) kemudian ditiriskan lalu bilas
dengan air bersih sebelum ditanam pagi atau sore hari.
C.
Pemeliharaan
Tanaman wortel, kentang dan lobak yang berumur 1 minggu (7 hari
sd 10 hari) berikutnya disemprot dengan Biotama 1 dan Biotama
5 dicampur air (Larutan Biotama**), perbandingan : 1 tutup botol
Biotama 1 : 1 tutup botol Biotama 5, dicampur dengan air sebanyak
1 liter.
Semprotkan larutan Biotama 1 & Biotama 5 pada tanaman di
pagi hari sebelum matahari terbit kalau di Indonesia sebelum
jam 7 pagi atau sore hari kalau di Indonesia sekitar setelah
jam 4 sore (saat matahari belum terbit ataupun matahari sudah
terbenam) , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali
secara rutin sampai tanaman akan dipanen. Umur 7 hari –
10 hari disemprot 5 – 6 tangki @ 15 liter larutan Biotama
**) tiap Hektar. Umur 15 hari setelah tanam disemprot 8 –
9 tangki untuk tiap hektar tanaman. Tanaman wortel dan lobak
mulai bisa dipanen saat umur 60 - 65 hari setelah tanam, Tanaman
kentang mulai bisa dipanen saat umur 90 hari setelah tanam.
Catatan
:
BIOTAMA diberikan pada tanaman, jumlah nya bergantung pada jenis
dan umur tanaman, sehingga semakin banyak umur maka jumlah yang
diberikan lebih banyak, namun konsentrasi larutan BIOTAMA masih
tetap sama.
Hasil panen wortel, yang menggunakan BIOTAMA dan pupuk organik
seperti yang dikemukakan di atas, akan menghasilkan warna lebih
cerah, orange matang, daun wortel hijau cerah, lebih segar dan
manis. Hasil panen kentang akan mempunyai warna lebih kuning
kecoklatan, rasa lebih gurih. Umbi lobak , wortel dan kentang
lebih besar dan renyah.
Cabe dan Tomat
A.
Pengolahan Tanah dan Pemupukan
Tanah yang akan ditanami dengan timun terong dan kacang panjang
harus diolah dahulu dan diberi pupuk organik yang berasal dari
kotoran ternak, limbah limbah organik yang telah diolah dengan
Biotama 3 (cara membuat pupuk organik dari kotoran ternak maupun
limbah/sampah organik ada di belakang *)
Setiap Hektar ladang atau sawah yang akan ditanami sayuran diberi
pupuk kandang/pupuk organik (antara 1 sd 20 ton per Ha - nya).
Jika tanah mempunyai kandungan bahan organik > 3 (tanah masih
subur) maka pemupukan cukup dengan dosis 1 ton/ha, jika kandungan
bahan organik antara 1 – 2% maka disarankan pemberian
pupuk kandang/pupuk organik sebanyak antara 1 – 3 ton/ha,
namun jika tanah telah banyak pencemarannya (rusak) atau tanah
yang mempunyai kandungan bahan organik <1% maka pupuk kandang
yang dibutuhkan semakin banyak (antara 3 – 20 ton /ha).
Banyaknya pupuk organik juga tergantung kemiringan lahannya.
Semakin lahan miring dimana banyak terjadi erosi dan lapisan
olah tanah hilang maka dosis pupuk orgnik bisa mencapai 20 ton/ha.
Tanah dicampur dengan pupuk organik, digemburkan lalu dibentuk
bedengan untuk mempermudah memelihara tanaman/sayuran yang ditanam.
Untuk menggemburkan tanah siram/semprot dengan air yang telah
dicampur Biotama 1 dengan perbandingan (Biotama 1 : 1 liter
+ air : 30 - 50 liter)
B.
Pembibitan/ Persemaian
Bibit Cabe dan Tomat Benih cabe dan tomat yang akan ditanam
direndam Biotama 1 (3 tutup botol Biotama 1 dilarutkan dalam
1 – 2 liter air) biarkan selama 15 menit. 1 kg benih sayuran
direndam dalam 1 – 2 liter larutan Biotama 1, selama 15
- 20 menit. Pilih benih yang bagus kemudian ditiriskan lalu
bilas dengan air biasa sebelum ditanam pagi atau sore hari.
Setelah 20 hari maka persemaian ditanam.
C.
Pemeliharaan
Tanaman cabe dan tomat yang berumur 1 minggu (7 hari sd 10 hari)
setelah ditanam berikutnya dipelihara dengan menyemprotkan Biotama
secara merata hingga permukaan bawah daun 1 minggu sekali larutan
Biotama 1 dan Biotama 5 dicampur air (Larutan Biotama**), perbandingan
: 1 tutup botol Biotama 1 : 1 tutup botol Biotama 5, dicampur
dengan air sebanyak 1 liter. Penyiraman dengan air biasa pada
hari lainnya tetap dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Semprotkan larutan Biotama 1 & Biotama 5 pada tanaman di
pagi hari sebelum matahari terbit kalau di Indonesia sebelum
jam 7 pagi atau sore hari kalau di Indonesia sekitar setelah
jam 4 sore (saat matahari belum terbit ataupun matahari sudah
terbenam) , waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali
secara rutin sampai tanaman akan dipanen. Umur 7 hari –
10 hari disemprot 5 – 6 tangki @ 15 liter larutan Biotama
**) tiap Hektar. Umur 15 hari setelah tanam disemprot 8 –
9 tangki untuk tiap hektar tanaman. Tanaman cabe dan tomat akan
mulai bisa dipanen saat umur 3 hingga 3,5 bulan, dan dipanen
hingga umur 6 hingga 7 bulan tergantung pemelihaar tanamannya
cabe organik nya.
Catatan
:
BIOTAMA diberikan pada tanaman, jumlah nya bergantung pada jenis
dan umur tanaman, sehingga semakin banyak umur maka jumlah yang
diberikan lebih banyak, namun konsentrasi larutan BIOTAMA masih
tetap sama.
Hasil panen yang menggunakan BIOTAMA dan pupuk organik seperti
yang dikemukakan di atas, akan menghasilkan sayuran yang lebih
enak, renyah, gurih alami, warna lebih cerah, gizi yang lebih
baik karena tidak terkontaminasi bahan bahan kimia. Dianjurkan
untuk dikonsumsi orang orang yang mengidap kanker, autis, penyakit
gula dll. Kalau dikonsumsi sehari hari akan menjaga kesehatan
dan mengurangi resiko terkena penyakit penyakit di atas.