Kacang
Tanah dan Kedelai
Kacang tanah
dan kedelai membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan
organik. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki
daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik,
yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan
tanaman. Kacang tanah dapat dibudidayakan di lahan sawah berpengairan,
sawah tadah hujan, lahan kering tadah hujan.
A.
Persiapan Lahan & Pemupukan :
Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai dan kacang tanah
yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah
bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan
tanah (intensif). Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah
tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali . Pertama tanah dicangkul
berupa bongkahan bongkahan. Bongkahan tanah ladang dibiarkan
terangin-angin 5-7 hari, pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan,
pencangkulan sekaligus pemberian pupuk organik yang telah diolah
dengan Biotama seperti yg tertera di atas., menggemburkan dan
membersihkan tanah dari sisa-sia akar. Jarak antara waktu pengolahan
tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu.
Pemberian pupuk organik yang berasal dari limbah ternak maupun
sampah kota, limbah pertanian yang diolah dengan menggunakan
Biotama 3 (seperti di atas) sebanyak : 3 ton/ha akan meningkatkan
pertumbuhan dan produksi kedelai dan kacang tanah.
B.
Teknik Penanaman
1. Penentuan Pola Tanam
Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara
20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm,
25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur,
agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah
disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan
tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Pada tanah yang subur,
jarak tanam lebih renggang, dan sebaliknya pada tanah tandus
jarak tanam dapat dirapatkan.
2. Pembuatan Lubang Tanam
Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan,
penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira
5 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang
lain dapat dibuat 50-60 cm, dan untuk alur ganda jarak tanam
dibuat 20 cm.
3. Cara Penanaman
Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah:
a. Sistem tanaman tunggal
Dalam sistem ini, seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan
memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. Kedelai
yang ditanam dengan sistem ini, membutuhkan lahan kering namun
cukup mengandung air, seperti tanah sawah bekas ditanami padi
rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Kelebihan
lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. Kelemahan
sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif
cepat, sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan
perhatian khusus. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal
adalah: 20 x 20 cm; 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm.
b. Sistem tanaman campuran
Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Umur tanaman tidak jauh berbeda.
2. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman
yang liar.
3. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan
terhadap hama dan penyakit.
4. Kedua tanaman merupakan tanaman palawija, misalnya kedelai
dengan kacang tunggak/ kacang tanah, kedelai dengan jagung,
kedelai dengan ketela pohon.
c. Sistem tanaman tumpangsari
Sistem tanaman Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat
pengairan terus menerus sepanjang waktu, misalnya tanah sawah
yang memiliki irigasi teknis. Untuk mendapatkan kedelai yang
bermutu baik, biasanya kedelai ditanam bersamaan.
C.
Pemeliharaan
Tanaman kacang tanah dan kedelai yang berumur 1 minggu (7 hari
sd 10 hari) disemprot dengan Biotama 1 dan Biotama 5 dicampur
air (Larutan Biotama**), perbandingan : 1 tutup botol Biotama
1 : 1 tutup botol Biotama 5, dicampur dengan air sebanyak 1
liter.
Semprotkan larutan Biotama 1 & Biotama 5 pada tanaman di
pagi hari sebelum matahari terbit kalau di Indonesia sebelum
jam 7 pagi atau sore hari kalau di Indonesia sekitar setelah
jam 4 sore (saat matahari belum terbit ataupun matahari sudah
terbenam) , waktu pemupukan setiap 1 minggu sekali secara rutin
sampai 2 minggu sebelum dipanen. Umur 7 hari – 10 hari
disemprot 5 – 6 tangki @ 15 liter larutan Biotama **)
tiap Hektar areal. Umur 17 - 24 hari setelah tanam disemprot
8 – 9 tangki untuk tiap hektar tanaman, Umur 24 –
1 minggu menjelang panen tiap hektar disemprot larutan Biotama
**) sebanyak 13 – 15 tangki per hektar lahan.
Pengairan dan Penyiraman
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek.
Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian
polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan
kering. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan
tanaman kerdil, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan
telah melalui batas toleransinya. Kekeringan pada masa pembungaan
dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen.
Di lahan sawah irigasi, pemberian air di sawah bisa diatur.
Namun bila tidak ada irigasi, penyediaan air hanya hanya dapat
dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa.
Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang
dihamparkan pada permukaan tanah. Mulsa ini akan mencegah penguapan
air secara berlebihan.
Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7
hari, tanah harus diairi. Caranya tanaman digenangi air selama
30-60 menit. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari.
Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh.
Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan
akar membusuk. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran
drainase di setiap 3- 4 meter lahan memanjang sejajar dengan
barisan tanam. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan.
Waktu Penyemprotan Biotama 5 Penyemprotan Biotama 5 dianjurkan
dilakukan bersamaan dengan Biotama 1 sesuai keterangan di atas
agar bersamaan akan lebih efisien dan untuk menjaga ketahanan
tanaman akan serangan hama dan penyakit..
Padi
Padi merupakan
tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno
berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan
subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi
di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil
butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India
sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah
asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.
Ada 2 jenis padi yang membutuhkan media yang berbeda, yaitu
padi gogo dan padi sawah.
Media
Tanam
Padi gogo
1. Padi gogo harus ditanam di lahan yang berhumus, struktur
remah dan cukup mengandung air dan udara
2. Memerlukan ketebalan tanah 25 cm, tanah yang cocok bervariasi
mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai
tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya
tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%.
3. Keasaman tanah bervariasi dari 4,0 sampai 8,0.
Padi
sawah
1. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah
yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah.
2. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22
cm.
3. Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan
akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0).
Pembibitan
Persyaratan Benih
• Syarat benih yang baik:
• Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil,
tanah dan hama gudang.
• Warna gabah sesuai aslinya dan cerah.
• Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. •
Daya perkecambahan 80%.
Penyiapan
Benih
Benih dimasukkan ke dalam timba/ember dan direndam dalam larutan
Biotama 1 (2 tutup botol) dan Biotama 5 (1 tutup botol) dalam
1 liter air. Larutan Biotama 1 dan 5 banyaknya disesuaikan jumalah
benih yang akan direndam. Benih padi 1 kg direndam dalam larutan
Biotama 2 liter dst.nya.
Teknik
Penyemaian Benih
Padi sawah
Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih tergantung
pada jenis padinya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum
semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang
akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian
dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi
20 cm. Sebelum penyemaian, berikan tanah dengan pupuk organik
dan diairi dengan larutan Biotama 1. Tiap liter air tambahkan
3 tutup botol Biotama 1.
Padi
Gogo
Benih langsung ditanam di ladang yang sebelumnya telah diberi
pupuk organik dari sampah/limbah pertanian yang dicampur dengan
kotoran ternak dan diolah dengan Biotama3 (sesuai proses di
atas).
Pemeliharaan
Pembibitan/Penyemaian
Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan
Biotama 5 pada hari ke 7 dengan perbandingan 1 liter air + Biotama
3 sd 5 tutup botol Biotama 5..
Pemindahan
benih
Bibit yang siap dipindah tanamkan ke sawah berumur 25-40 hari,
berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan
seragam, tidak terserang hama dan penyakit.
Pengolahan
Lahan Padi Sawah
• Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput
liar.
• Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang
sukar dikerjakan dengan bajak.
• Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan
organik/ pupuk organik yang telah diolah dengan Biotama 3. Pembajakan
pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari
setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan
ketiga 3-5 hari menjelang tanam.
• Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan
tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat
dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah
yang merata.
• Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak
yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata.
Pengolahan
Lahan Padi Gogo
Waktu yang tepat adalah di akhir musim kemarau atau menjelang
musim hujan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut:
• Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput
sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase.
• Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah
dibalik.
• Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang
kedua sebanyak 5 -20 ton/ha. • Untuk menghaluskan tanah,
tanah digaru lalu diratakan.
• Tanah dibiarkan sampai hujan turun
Pemupukan
Padi Sawah
Pupuk kandang/pupuk organik 5 ton (jika masih menggunakan pupuk
anorganik) - 10 ton/ha (jika tanpa pupuk anorganik) diberikan
ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan
tanah sawah.
Selain itu untuk menghasilkan padi organik yang sehat maka semprotkan
larutan Biotama 1 & Biotama 5 pada tanaman di pagi hari
sebelum matahari terbit kalau di Indonesia sebelum jam 7 pagi
atau sore hari kalau di Indonesia sekitar setelah jam 4 sore
(saat matahari belum terbit ataupun matahari sudah terbenam)
, waktu penyiraman setiap 1 – 2 minggu sekali secara rutin
sampai tanaman akan dipanen. Umur 7 hari – 10 hari disemprot
5 – 6 tangki @ 15 liter larutan Biotama **) tiap Hektar
areal. Umur 17 - 24 hari setelah tanam disemprot 8 – 9
tangki untuk tiap hektar tanaman, Umur 24 – 1 minggu menjelang
panen tiap hektar disemprot larutan Biotama **) sebanyak 13
– 15 tangki per hektar lahan.
Jagung
Tanaman jagung
merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga
rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia
dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika.
Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia
termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang
Inggris menamakannya corn.
Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Agar
supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur, subur dan kaya
humus. Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol
(berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, tanah berpasir.
Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat
ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah
secara baik. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat
(latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya.
Pengolahan
Tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah,
dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar.
Melalui pengolahan tanah, drainase dan aerasi yang kurang baik
akan diperbaiki.
1. Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah
tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi.
Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul
sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Tanah yang keras memerlukan
pengolahan yang lebih banyak. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak
lalu dihaluskan dan diratakan.
2. Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa
sisa tanaman sebelumnya, mengolah sisa tanaman menjadi pupuk
organik sesuai petunjuk di atas dengan menggunakan bIotama 3.
3. Pupuk organik yang telah dibuat dengan menggunakan Biotama
3 ditaburkan sebelum pengolahan tanah sebanyak 3 – 5 ton/ha.
Kemudian tanah diolah, setiap 3 meter dibuat saluran drainase
sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman
20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya
jelek.
Teknik
Penanaman
Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman.
Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai
komponen yang tersedia (agroklimat, tanah, tanaman, hama dan
penyakit, keteknikan dan sosial ekonomi). Pola tanam di daerah
tropis seperti di Indonesia, biasanya disusun selama 1 tahun
dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan
yang sepenuhnya tergantung dari hujan. Maka pemilihan jenis/varietas
yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia
ataupun curah hujan. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan
adalah sebagai berikut:
Tumpang sari (Intercropping), melakukan penanaman lebih dari
1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama
umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti
jagung, ketela pohon, padi gogo.
Tumpang gilir (Multiple Cropping), dilakukan secara beruntun
sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk
mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo,
kacang tanah, ubi kayu.
Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman.
Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm, setiap lubang ditanam
dua tanaman. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada
saat air kurang atau saat air berlebihan. Pada waktu musim penghujan
atau waktu musim hujan hampir berakhir, benih jagung ini dapat
ditanam. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan
tanaman jagung. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan
lembab dan tidak tergenang. Apabila tanah kering, perlu diairi
dahulu, kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun.
Saat penanaman air yang digunakan untuk melkembabkan tanah sebaiknya
dicampur dengan BIOTAMA 1 dengan perbandingan : 3 tutup botol
Biotama dalam 1 liter air dan kelipatannya.
Penanaman
Benih yang akan ditanam direndam larutan Biotama 1 (1 tutup
botol) dan Biotama 5 (1 tutup botol) dalam 1 liter air. Benih
jagung direndam larutan Biotama selama 20 menit. Kemudian benih
mulai ditanam pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam
satu tanaman. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm, setiap
lubang ditanam dua tanaman. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan
baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. Pada waktu
musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir, benih
jagung ini dapat ditanam.
Pemeliharaan
Tanaman
Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per
lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang
tumbuh 3 tanaman, sedang kan yang dikehendaki hanya 2 atau 1,
maka tanaman tersebut harus dikurangi.
Selain di jarangkan tanaman harus dibersihkan dari gulma, dibumbun
( tanah disekitar perakaran ditambah dari tanah sekitar) sehingga
batang makin kokoh, tegak diatas tanah.
Pemupukan dilakukan dengan menyemprotkan larutan Biotama 1 &
Biotama 5 pada tanaman di pagi hari sebelum matahari terbit
kalau di Indonesia sebelum jam 7 pagi atau sore hari kalau di
Indonesia sekitar setelah jam 4 sore (saat matahari belum terbit
ataupun matahari sudah terbenam) , waktu penyiraman setiap 1
– 2 minggu sekali secara rutin sampai tanaman akan dipanen.
Umur 7 hari – 10 hari disemprot 5 – 6 tangki @ 15
liter larutan Biotama **) tiap Hektar areal. Umur 17 - 24 hari
setelah tanam disemprot 8 – 9 tangki untuk tiap hektar
tanaman, Umur 2 sampai 3 minggu menjelang panen tiap hektar
disemprot larutan Biotama **) sebanyak 13 – 15 tangki
per hektar lahan.